Selamat Datang

Ahlanwasahlan Para Pecinta Rasulullah SAW

Senin, 27 Juni 2011

Istighfar di Bulan Rajab


قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

(صيحيح البخاري)

Sabda Rasulullah saw : “Demi Allah, sungguh aku beristighfar pada Allah dan bertobat padanya setiap hari lebih dari 70X” (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang telah mengikatkan kita dengan rantai keluhuran, Yang membimbing dan menjaga kita dari musibah-musibah dan jebakan syaithan, yaitu rantai kekuatan keguruan yang bersambung kepada guru yang banyak bersujud, kepada gurunya lagi yang banyak bersujud, demikian seterusnya hingga sampai kepada pemimpin ahlu sujud, Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita juga berada dalam benteng luhur dari para guru yang luhur, dari guru-guru yang hafal Al qur’an dan ratusan ribu hadits, hingga bersambung kepada gurunya yang demikian pula keadaan mereka hingga sampai pada imam ahlul hadits, Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan kehadiran kita di majelis ini, kita juga mempunyai ikatan keguruan kepada guru yang khusyu’, yang bersambung pula kepada guru-gurunya yang khusyu’ hingga sampai kepada imam ahlul khusyu’, Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga Allah tidak melepas ikatan kita ini selama-lamanya di dunia dan akhirat, selalu terikat dengan orang-orang mulia dan luhur hingga keadaan kita semakin luhur. Ingatlah sabda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

اَلْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“ Seseorang bersama dengan yang dicintainya”

Maka berpegang teguhlah kepada para shalihin, baik mereka yang masih hidup ataupun mereka yang telah wafat . Ketahuilah bahwa jangankan orangnya, barang-barang sentuhan para shalihin pun dimuliakan oleh Allah subhanahu wata’ala sehingga membawa ketenangan bagi orang yang memakainya, dan hal ini telah dijelaskan oleh Allah subhanahu wata’ala di dalam Al qur’an Al Karim, ketika Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kepada seorang nabi di masa bani Israil agar memerintah Thalut untuk memimpin peperangan, namun rakyatnya menolak jika Thalut dijadikan pemimpin peperangan, karena Thalut tidak mempunyai pengikut, tidak pula mempunyai kekuatan atau harta sehingga tidak pantas untuk diangkat menjadi pemimpin. Maka Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آَيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آَلُ مُوسَى وَآَلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

( البقرة : 248 )

“Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman”. ( QS. Al Baqarah : 248 )

Maka tanda kekuasaan Thalut yang telah Allah perintahkan kepada nabi di masa itu untuk menjadi pemimpin adalah datangnya peti yang dibawa oleh malaikat, yang mana didalamnya berisi ketenangan dari Allah subhanahu wata’ala yaitu barang-barang peninggalan keluarga nabi Musa dan kelurga nabi Harun, bukan hanya nabi Musa dan nabi Harun saja namun juga keluarga mereka , yang mereka adalah para shalihin. Dijelaskan di dalam kitab-kitab tafsir, diantaranya tafsir Ibn Katsir, Al Imam At Thabari, Al Imam Al Qurthubi, Al Imam Ibn ‘Abbas dan tafsir-tafsir lainnya menjelaskan bahwa kotak itu berisi sandal nabi Musa, pakaian nabi Harun serta beberapa pakaian dari keluarga nabi Musa dan nabi Harun. Namun di masa sekarang jika ada pusaka-pusaka seperti itu maka akan dikatakan hal yang syirik karena mereka tidak memahami Al Qur’anul Karim. Padahal Al qur’an telah menjelaskan bahwa barang-barang keluarga nabi Musa dan nabi Harun di dalamnya terdapat ketenangan, meskipun sebenarnya benda-benda tidaklah bisa membawa bahaya atau manfaat namun karena benda itu adalah bekas para shalihin, sama halnya seperti Hajarul Aswad meskipun telah dijelaskan dalam Shahihul Bukhari bahwa batu itu berasal dari surga, namun berkata sayyidina Umar ibn Khattab Ra:

إِنِّيْ لَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ ، وَلَوْلَا أَنِّيْ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ

“ Sungguh aku mengetahui bahwa kau adalah batu yang tidak memberi bahaya atau manfaat, jika bukan karena aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menciummu niscaya aku tidak akan menciummu”

Sebuah batu yang tidak dapat memberi bahaya atau manfaat, namun karena telah disentuh oleh Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maka menyentuhnya pun disunnahkan dan membawa keberkahan, demikian sentuhan para shalihin dan terlebih lagi sentuhan imam atau pemimpin para shalihin Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh sebab itu berhati-hatilah terhadap kelompok yang selalu menjadikan hal-hal seperti ini sebagai sesuatu yang syirik, karena sungguh mereka berada dalam kebathilan yang perlu dibenahi, jangan dimusuhi atau diperangi namun jangan pula diam dengan kerusakan akidah yang meracuni wilayah kita. Mereka yang selalu mengembor-gemborkan dengan penyucian tauhid, namun kenyataannya tidaklah demikian, namun sebaliknya mereka telah melakukan penodaan tauhid, karena tauhid telah berdiri tegap sejak masa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersama al qur’an, bersama para sahabat, bersama para imam-imam madzahib, dimana dahulu para sahabat bertabarruk dengan bekas-bekas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, hingga teriwayatkan di dalam Shahih Muslim bahwa sayyidatuna Asma’ binti Abu Bakr As Shiddiq Ra, setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat , jika ada orang-orang yang sakit mereka datang kepada sayyidah Asma, kemudian beliau mengeluarkan jubah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mencelupkannya sedikit ke dalam air, kemudian air itu diminumkan kepada yang sakit maka sembuhlah orang itu dari penyakitnya. Kita semua mengetahui sebuah baju tidak mampu memberi bahaya atau manfaat karena hanya terbuat dari kain, namun karena baju itu telah dipakai oleh sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka baju itu membawa keberkahan dan ketenangan. Ketika nabi Musa As menghadap Allah di bukit Turisina, maka Allah subhanahu wata’ala berfirman :

إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى

( طه : 12 )

“Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu, sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa.” ( QS. Thaha : 12 )

Padahal di saat itu nabi Musa As berada di dunia, tetapi ketika di malam Isra’ dan Mi’raj dimana nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam naik ke langit dan menghadap Allah namun Allah tidak memerintah beliau untuk membuka sandalnya, maka berkatalah penyair dalam syairnya “manakah yang lebih mulia sandal atau Jibril As”, Jibril tidak bisa naik kehadhratullah sedangkan sandal Rasulullah naik ke hadhratullah subhanahu wata'ala, tentunya yang lebih mulia adalah Jibril As, tetapi karena sandal yang hanya terbuat dari kulit kambing itu terikat dengan kaki sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan hal ini disebut dengan hukum taba’iyyah, yaitu terbawa atau mengikuti, semakin seseorang cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka akan semakin terbawa kepada kemuliaan. Jika hanya sandal yang terikat dengan kaki nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bisa sampai ke hadapan Allah, maka terlebih lagi jiwa yang mencintai sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beruntung kita hadir dalam kelompok para pecinta sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan nama perkumpulan ini pun telah dipilih khusus dihadiahkan untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu Majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, secara kaidah bahasa arab yang benar adalah Majelis Rasulillah, namun dikarenakan yang hadir di masa itu kebanyakan orang awam yang belum banyak mengerti agama dan bahasa arab, jika diberi nama dengan Majelis Rasulillah khawatir mereka akan bertanya-tanya lagi dan mengira ada nabi lain, karena mereka taunya hanya Rasulullah maka saya memberi nama dengan nama Majelis Rasulullah, namun majelis ini tidak ada perbedaan dengan majelis ta’lim lainnya karena semua majelis ta’lim adalah majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena pastilah yang diajarkan adalah ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada malam-malam mulia di bulan Rajab ini yang mana kita telah memasuki malam ke-20 Rajab, 20 malam telah meninggalkan usia kita di bulan Rajab ini dan tidak akan pernah kembali lagi dalam kehidupan kita, hanya tersisa beberapa malam lagi bulan Rajab untuk kita. Malam-malam doa, malam-malam istighfar, malam-malam munajat, malam-malam bertobat, hari-hari yang penuh dengan bunga-bunga kemuliaan ibadah untuk mencapai cabang hingga menuai buah keberkahan di bulan Ramadhan, mereka yang banyak beribadah di bulan Rajab dan bulan Sya’ban maka ia akan mendapatkan limpahan keberkahan di bulan Ramadhan, adapun mereka yang sibuk di bulan Rajab dan Sya’ban lupa dan jauh dari Allah, maka di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan mereka akan dibuat sibuk oleh Allah subhanahu wata’ala dengan urusan-urusan dunia, misalnya sibuk dengan urusan ketupat, rumah yang belum dicat, anak belum beli baju baru dan lainnya, padahal sepuluh malam terkahir adalah malam-malam Lailatul Qadr namun mereka disibukkan hanya dengan urusan ketupat dan lainnya untuk hari lebaran. Malam lebaran yang akan datang jika tidak ada perubahan bertepatan dengan malam Selasa, maka yang akan pulang kampung semoga selamat sampai tujuan, dan yang tidak pulang kampung kita tetap hadir majelis dan Insyaallah kita akan adakan Takbiran Akbar di masjid ini.

Kembali pada kemuliaan Rajab, bulan Rajab ini patut di muliakan. Sebagaimana yang telah diajarkan oleh guru-guru kita untuk memperbanyak istighfar, dan kita bergembira dengan banyaknya yang beristighfar di masjid-masjid dan mushalla di bulan Rajab ini, namun sangat disayangkan sebagian kelompok yang demikian tegasnya menentang istighfar di bulan Rajab, menentang puasa di bulan Rajab, yang ujung-ujungnya mereka akan menentang ibadah لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم. Kelompok-kelompok seperti ini hatinya keras bagaikan batu, mereka tidak mengenal shalawat dan cinta kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak mengenal kelembutan Rasulullah, tidak mengenal kasih sayang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang mereka tau hanyalah pedang, pedang dan pedang ( kekerasan dan pertikaian). Yang akhirnya kelompok yang seperti ini ngambek karena melihat kelompok Ahlu sunnah waljama’ah semakin maju dan jaya, maka mereka pun ingin maju juga yang akhirnya memilih cara dengan bom bunuh diri atau menjadi teroris, orang yang seperti itu adalah orang yang frustasi karena ingin maju namun tidak pula maju. Mudah-mudahan di Jakarta tidak ada yang demikian, dan wilayah selain Jakarta juga dijauhkan oleh Allah dari kelompok-kelompok yang seperti itu, dan semoga mereka diberi hidayah oleh Allah,amin.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Kembali pada hadits yang kita baca tadi, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

وَاللهِ إِنِّيْ لأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرُ مِنْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً

“Demi Allah, sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali”.

Inilah dalil untuk kelompok yang menentang istighfar 70 kali setiap selepas shalat Subuh dan ‘Isya di bulan Rajab. Ini sebagai dalil yang jelas, hadits riwayat Shahih Bukhari, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beristighfar lebih dari 70 kali setiap harinya, maka kita beristighfar sebanyak 70 kali selepas shalat Subuh dan 70 kali selepas shalat isya’, karena Rasulullah beristighfar lebih dari 70 kali, maka angka 70 kita dapatkan dan lebih dari 70 kali pun kita dapatkan, sungguh indah ajaran para salafussalihin untuk mengikuti sunnah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, adapun kalimat istighfar dan taubat yaitu dengan mengucapkan:

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

“ Ya Allah ampunilah (dosa-dosa) ku, dan sayangilah aku, serta terimalah taubatku”

Bacalah kalimat itu sebanyak 70 kali di bulan Rajab, mengapa di bulan Rajab saja?, karena di bulan yang lainnya ada amalan-amalan yang lain yang akan kita amalkan, begitu banyak sunnah-sunnah yang belum kita amalkan,dan di bulan Sya’ban kita memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan di bulan Ramadhan kita memperbanyak membaca Al qur’an. Maka hal-hal yang kita lakukan selalu berada dalam jalur sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, oleh karena itu disebut dengan nama Ahlu Sunnah Waljama’ah ,,,,dan 4 Imam yang telah disepakati sebagai Imam Ahlu Sunnah waljama’ah. Dan 4 imam madzhab yang telah disepakati sebagai imam-imam ahlu sunnah waljama’ah karena sanad keguruan mereka satu rantai. Dimana Al Imam Ahmad bin Hanbal berguru kepada Al Imam As Syafi’i, dan Al Imam As Syafi’i berguru kepada Al Imam Malik, dan Al Imam Malik hidup satu zaman dengan Al Imam Abu Hanifah yang keduanya sering bertanya jawab satu sama lain. Begitu pula sanad kita ini berasal dari guru-guru kita hingga bersambung kepada imam-imam 4 madzhab. Oleh karena itulah kita senantiasa menjaga hubungan kita dengan Allah subhanahu wata’ala dengan memperbanyak istighfar terlebih di bulan Rajab ini.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Minggu yang lalu saya menyebutkan masalah kredit atau angsuran islami namun belum sempat saya jelaskan. Dalam Islam masalah kredit atau angsuran adalah sesuatu yang riba, dan masalah riba ini harus kita jauhi semampunya jika kita tidak terjebak dalam masalah kematian atau kemudharatan untuk diri pribadi atau keluarga, namun jika misalnya ada yang bekerja di Bank Konvensional maka apa yang harus diperbuat?, dimana di Bank Konvensional itu berlaku hal-hal yang riba, maka jika dengan tidak bekerja di tempat itu akan membawa mudharat untuknya atau keluarganya karena telah menanggung tanggung jawab yang besar maka lanjutkan untuk tetap bekerja dan sambil memperbanyak istighfar serta selalu berusaha mencari pekerjaan yang lain, dan jika telah mendapatkan pekerjaan yang lain dan lebih baik maka berpindahlah pada pekerjaan yang lebih baik itu. Dan bagaimana dengan angsuran atau kredit islami itu? caranya yang paling mudah adalah jika membeli barang maka tidak perlu menanyakan berapa persen bunganya, misalnya harga motor 10 juta jika dibayar cash, namun jika dengan kredit seharga 12 juta, maka jangan membahas masalah cash atau masalah kredit, namun cukup dengan mengatakan : “Saya beli motor ini seharga 12 juta dengan angsuran selama 2 tahun, saya bayar deposit dengan jumlah sekian dan tiap bulan saya bayar sejumlah sekian, dan jika saya telat sehari dalam pembayarannya maka saya akan membayar denda dengan jumlah sekian”, tidak perlu menandatanginya pernyataan yang menyebutkan Dp sekian, bunga sekian persen dan lainnya, cukup dengan cara seperti itu maka tidak akan terkena riba, motor atau mobil dan barang-barang yang kita beli halal, begitu juga halnya dengan segala macam angsuran yang lainnya. Maka yang ingin membeli barang dengan cara kredit atau angsuran gunakanlah cara yang seperti itu. Dan hal yang demikian jangan dianggap cara yang kuno atau malu untuk mengatakan hal seperti itu kepada penjual, justru mereka para penjual akan lebih suka karena mereka menganggap polos orang yang menggunakan cara seperti itu dan tidak tampak niat untuk menipu, dan hal seperti ini telah terbukti berkali-kali, teman-teman saya banyak yang melakukan hal yang demikian dan sangat dipercaya oleh penjualnya, karena penjual tau niat si pembeli baik dan tidak ada niat untuk menipu.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Besok malam acara Tabligh Akbar di Monas, acara pertama dalam sejarah Jakarta sejak 483 silam, ini kali pertama Allah memilih kita untuk mempelopori dzikir dan maulid nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk ulang tahun Jakarta, anugerah yang sangat besar, dimana hampir 500 tahun Jakarta ini berdiri dan baru kali ini kita dipilih sebagai pelopornya untuk memuliakan kota Jakarta dengan gemuruh dzikir يا الله dan dengan gemuruh shalawat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Jakarta inilah ibukota negara muslimin terbesar di dunia yang akan merayakan ulang tahunnya dengan dzikir dan shalawat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika kita memasuki kota Demak maka akan kita dapati tulisan “ Demak Kota Wali “, jika kita masuk ke kota Kudus maka akan kita dapati tulisan “Kudus Kota Beriman”, dan ketika masuk kota Jakarta dalam waktu dekat insyaallah akan kita dapati tulisan “ Jakarta Kota Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”, bukan mau merebut Jakarta, namun hanya sekedar nama saja, namun terbukti bahwa majelis shalawat paling banyak di Jakarta, majelis ta’lim paling banyak di Jakarta, majelis dzikir paling banyak di Jakarta, maka pantaslah jika kita namakan Jakarta ini sebagai Kota Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan mau merevolusi Jakarta, karena kerukunan antar ummat beragama tetap kita jalin, tawuran semakin sirna, narkotika semakin sepi dan tidak ada pembelinya, demikian pula tempat-tempat perjudian, tempat-tempat prostitusi akan dengan sendirinya tersingkir jika tidak ada yang meminatinya, hal itulah yang kita harapkan untuk membenahi kota Jakarta ini. Besok malam merupakan tanggung jawab besar bagi kita untuk mensukseskan acara akbar ini, karena jika acara ini sukses dan mudah-mudahan yang hadir lebih banyak, serta cuaca juga cerah, maka dengan hal ini dari tahun ke tahun akan berlanjut dan kita lah yang akan memulainya. Ingatlah bahwa nama-nama kalian tercantum mungkin hingga ratusan tahun selanjutnya ulang tahun DKI akan dirayakan dengan acara dzikir, maulid dan shalawat, maka kalianlah yang pertama kali mempeloporinya, maka bangkitlah dengan kalimat الله أكبر، الله أكبر ، الله أكبر Kita jadikan Jakarta sebagai kota yang aman, tertib dan terkendali, lahir pemuda-pemudi dan generasi baru yang berhati luhur, dan berjiwa sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Di acara besok malam insyaallah 99% Gubernur DKI Jakarta kemungkinan akan hadir dan juga bapak Kapolda Metro Jaya sudah saya hubungi dan beliau siap untuk hadir dan Muspida wilayah DKI Jakarta kesemuanya akan hadir untuk berdzikir dan bershalawat bersama, alangkah indahnya majelis ini karena akan mengawali ulang tahun Jakarta dengan shalawat dan dzikir, yang mana ulang tahun Jakarta ratusan tahun yang lalu selalu dirayakan dengan hal-hal yang bersifat maksiat namun kali ini akan dirayakan dengan doa, dzikir dan shalawat, semoga Jakarta semakin makmur, selalu dilimpahi rahmat dan keberkahan , amin allahumma amin. Hadirin hadirat, selanjutnya kita berdzikir bersama dan sebelumnya kita beristighfar bersama mencontoh dan mengikuti sunnah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan salafussalihin…

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ...70 x وَقُوْلُوْا جَمِيْعًا

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.

Hadirin hadirat, jangan risau dengan keadaan saya seperti ini, saya tidak apa-apa kemarin hanya opname 3 hari saja karena ada masalah lagi dengan peradangan otak belakang saya disebabkan stress dan kelelahan saja dan kurangnya tidur dan hal itu sudah biasa. Maka jika telah terjadi hal seperti itu maka saya harus istirahat namun terkadang karena akan ada event-event besar maka penyakit itu sering kambuh dan kambuh itu dari Allah subhanahu wata’ala supaya tidak terlalu stress memikirkan hal-hal yang sudah Allah siapkan kemudahannya. Maka tidak ada masalah apa-apa, hanya saja jika saya menyampaikan tausiyah dengan berdiri saya terkadang suka pusing maka saya memilih untuk duduk saja. Insyaallah kita bertemu esok malam, bawalah seluruh teman, saudara dan keluargamu sebanyak-banyaknya, kita kerahkan semua jamaah Majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena kita hanya memasang baliho di Jakarta saja, namun banyak juga yang akan datang datang dari Sukabumi, dan Bogor insyaallah. Selanjutnya kita baca qasidah Muhammadun secara ringkas kemudian doa penutup oleh guru kita Al Habib Hud Bin Muhammad Baqir Al Atthas, yatafaddhal masykuuraa…

Selasa, 14 Juni 2011

Almamater Pembawa Mahabbah Rasul SAW.


Kisah Jamaah Majelis Rasulullah SAW,
Awal kisah, kisaran thn 2006 saya (AB), lulus sekolah daerah bandung kemudian akan melanjutkan kuliah di salah satu universitas di jakarta, niat saya ingin meneruskan kuliah di negeri tapi saya hnya dapat universitas swasta jurusan perhotelan daerah tebet. kemudian saya pindah dari bandung, lebih tepatnya ngekost ke jakarta dengn misi lanjutkan kuliah. setelah saya mencari-cari tempat kos yng saya dapat dekat dng kampus saya.

singkat cerita, 1tahun saya kuliah saya hnya bisa merasakan gemerlapnya kota metropolitan jakarta, dengan kondisi penuh kemungkaran tiap malamnya dah harinya, sampai di kamar penuh dengn poster anak band, suatu hari saya sedang berjalan malam hari di daerah dekat kostan saya, diperjalanan saya melihat puluhan pemuda-pemudi dng mengendarai mtr, dengan menggunakan jaket yg seragam lengkap dengan ciri islamnya, lewat depan saya, "Majelis Rasulullah SAW" itulah yg pertama x saya liat dan baca dijaketnya.. keesokan harinya malam juga saya kembali liat dng pemuda pemudi yg berbeda x ini dengn jaket bertuliskan "Majelis Nurul Musthofa".. hari ke 3 saat hati saya sedang gundah gulana dengan penuh permasalahan hidup, saya stres menghadapinya. waktu maghrib di malam minggu saya sedng duduk sambi meratapi nasib, lewat seorang jamaah yg ingin ke musholla dng mengunakan jaket majelis Rasulullah SAW, saya cukup kaget dan tercengang, pertanyaan mengherankan dalam diri sya,: "jaket apa itu sih?? kyanya setiap orang punya, sering banget saya temui..
saat itu pula saya beranjak dan krna posisi hati yg penuh dng masalah saya ingin menginkjakn kaki untuk meminta pertolongan dengan Tuhan yang menciptakan saya, sya bergegas ke musholla, sampai di mushola sya bertemu pemuda tadi yg mengunakan jaket itu, selepas sholat saya duduk di pojokan musholla sambil berdzikir (dan entah apa yg saya bisa baca dzikir) krna sya saat itu hnya pendosa yg tiap harinya berlumur dosa. sambil itu saya melihat kearah pemuda yg memakai jaket itu, sambil bertnya-tanya dari dalam diri, : bagus juga jaketnye ya?? kira-kira beli dimana ya?? pengen ahh beli..

Suatu saat saya telusuri dari manakah jaket itu, dan saat saya menemukan semua infonya, ternyata jaket itu berasal dari pekumpulan pemuda pemudi islam di tanah jakarta, singkat cerita suatu mlm selasa saya berniat ingin membeli jakte itu dengan mendatangin tempat majelis itu berlangsung di daerah pancoran, masjid al-munawar, sesampainya disana, Subhanallah, berbulan-bulan saya di jakarta baru x ini lewat kawasan al-munawar ini ternyata banyak sekali orang.. sampai situ saya denagn wjah bingung saya liat kanan kiri pemuda pemudi dengan mengunakan jaket yg saya ingin beli, sampai saat pengajian itu dimulai, dengn suasana di pinggir jalanan tempat para pedagang islam menjajakan dagangannya, saya kemudian menanyakan satu-satu dmn yg menjual jaket itu, ternyata smua bilang kalo jaket itu di jual hnya di dalam halaman masjid di kios nabawi namanya.. saya ingin masuk kedalam tapi krna posisi halaman masjid penuh dengn jama'ah saya bersabar dengan menunggu sampai pengajian selesai, dan saat itu pula entah cahaya dari mana saat saya sdng mendengrkan ceramah seorang ustd pemimpin majelis itu (habib munzir) subhanallah indahnya wajah beliau, lembutnya suasana dan hangatnya kebersamaan disana, sampai 1xnya saya mengaliri air mata dosa saya saat itu, dng dzikir.. subhanallah saat itu saya ingat, saya hamba beragam islam tapi saya tidak kenal dengan nabi saya. mungkin saat itu melalui beliau saya di kenali dengan nabi saya. selepas pengajian, jamaah yg berhamburan untuk plang saya berdesakan masuk ke dalam buat beli jaketnya. untunng saja saya tidak kehabisan, pas sekali tinggal 1, saya liat di kios itu bayk sekali pernak pernik (gantungan, buku, helm dll) lambang keislaman. dari daam diri sya berucap, : "suatu saat saya akan kembali lagi kesini dan membeli semua yg saya inginkan, krna bagus-bagus pernak perniknya" setelah saya beli saya kemudian pulang sambil berjalan kaki krna tdk teralu jauh dri kostan saya.


hari" saya selalu di buat penasaran dengan kehadiran jaket MR itu.. selang beberapa hari dan akhirnya saya menemukan moment indah lagi, sejak saat saya beli jaket dan hadir ke MR hati saya perlahan selalu menyadari keberadaan tuhan saya, Allah SWT. dengan wlalupun kdang, sholat ke mushoa. suatu saat saya kemusholla, sholat maghrib, saya bertemu pemuda itu(yg menggunakan jaket itu, krn saya kemushola menggunakan jaket MR, saya pun langsung di tegor beliau, :
beliau: Salam, anak muda pecinta Rasulullah SAW?
sambil bengong saya jwb: salam juga.. :)
beliau: nte nak MR jg wan?
saya: iya (sambil malu-malu)
dan terus berbincang". singkat cerita, setelah ba'da isya saya semakin akrab dengan beiau, kemudian beliau mengajak saya ikut MR pda wktu itu mlm minggu. dalam pikiran sya bimbang, krn saya hrs latihan band dan disisi lain saya penasaran dengn ajakannya, krna sudah lama saya ingin ikut lagi.. akhirnya saya memutuskan untuk ikut.. sesampainya di tempat tujuan saya hnya bisa terus tecenganng dengn keadaan yg penuh dengn manusia.. trus dilanjutkan konvoi ke tempat ziarah, disini jg moment saya semakin mencintai dan yakin dengn majelis ini krna saya berhasil mencium tangan habibana munzir..
sepulangnya majelis saya dijanjikan diajak kalo tiap mlm minggunya majelis dengan beliau.

hari demi hari minggu demi minggu saya terus lewati, mlm selasa saya hadir sendiri di pancoran dng jalan kaki, kdng kalo majelis hariannya deket/terjangkau saya hadiri dng sepeda dan mlm minggunya, terus dan terus kehadiran saya semakin membuat mahabbah saya pada Rasulullah SAW semakin tinggi. perlahan tapi pasti, kutinggalkan sedikit demi sedikit kebodohan-kebodohan dalm hidup saya. yang tdnya kamar penuh dng poster" band saya ganti dng poster habaib sampai ketika saya disuruh aktif di musholla oleh sepuh, untuk pemuda" disana, saya mengalang pemuda-pemuda perlahan metode yg diterapkan guru mulia saya terapkan deng kelembutan, walhasil da sekitar 5-10 orang berhail saya ikuti, subhanallah dengan keadaan saya yg dulu hanya pendosa hari ini saya bisa mengajak para pendosa dalam kemuliaan, saya buat maulid kecil-kecilan. semakin hari saya terus hadri di majelis Rasulullah SAW dan saya di ajakin ke majelis lainnya, sampai kenal dengn beberapa habaib.. tapi tak akan lupa dengan "KAROMAHNYA ALMAMATER MAJELIS RASULULLAH SAW" yang terus saya basahi dengan minyak wangi Wardah.
mungkin inilah akhir cerita saya yg penuh dangan rahasia-rahasiaNYA.
Waullahua'llam bisshoab

*penuis sendiri hnya bisa berlinang air mata menddengar kesaksiannya, semoga Allah SWT memberikan kita ilmu yg bermanfaat agar bisa istiqomah di jalannya dan semoga kita bisa terus menjaga almamater Sayyidina Muhammad SAW..



Wassallam.


Salam rindu Para Pecinta Rasulullah SAW.

Jumat, 13 Mei 2011

USWATUN HASANAH SANG PEMILIK SURGA TERTINGGI DENGAN MAKANANNYA,BAJUNYA,RUMAHNYA,DAN SEMUANYA.

RENUNGKAN....!!!

KEINDAHAN DI HATI RASULULLAH,KEDAMAIAN DALAM HIDUP RASULULLAH,JALAN SURGA BAGI PETUNJUK RASULULLAH,NAMUN JADI KUTUKAN BAGI UMMAT YANG TEROBSESI OLEH HUBBUD DUNYA.
SILAHKAN TENTUKAN ARAH MELANGKAH...APAKAH JALAN SURGA MENGIKUTI JEJAK RASULNYA SEBAGAI PERNYATAAN PENGIKUTNYA,ATAU JALAN LAIN YANG BERBEDA HALUAN DENGAN JEJAK DAN APA YANG TELAH DI AJARKANNYA.

BILA RASULULLAH KAU SEBUT DENGAN USWATUN HASANAH DALAM HIDUPMU,LALU BENARKAH DEMIKIAN...DENGAN CARA MENGUTUK HIDUP DALAM KELUHAN DAN RATAPAN KETIDAK TERIMAAN SERTA MERUBAH HALUAN DENGAN KADAR OBSESI YANG BERLEBIHAN DALAM HAL KEHIDUPAN YANG TIADA BERMAKNA DALAM HAKIKAT TUJUAN FANA.

APAKAH ITU PARA PENGIKUT SETIA,APAKAH ITU PARA PENGHARAP KEPERCAYAAN DARI SEORANG PENGIKUT SETIA,APAKAH ITU SUATU PERNIAGAAN DARI SYAFAAT SEORANG USWATUN HASANAH,APAKAH ITU SUATU...DAN SUATU...

INGATLAH BAHWA SANG USWATUN HASANAH BERSABDA PADA SAHABATNYA BAHWA ALLAH TIDAK MENYUKAI DARI HAMBA-HAMBANYA YANG MEMBELANJAKAN HARTANYA UNTUK BAHAN BANGUNAN. INGATLAH KETIKA SANG USWATUN HASANAH MEMALINGKAN MUKANYA DARI SAHABATNYA YANG MEMBANGUN RUMAHNYA DENGAN BENTUK DAN BENTUK.
INGATLAH BAHWA SEMUA ITU KENYATAAN YANG TAK DAPAT DI PUNGKIRI,DAN INGATLAH WALAU RASULULLAH TELAH PERGI KITA AKAN MENEMUINYA DENGAN RATAP SEDIH PENUH HARAP ATAS APA YANG ADA DI TANGANNYA,ADALAH SYAFAAT.

INGATALAH SAAT SANG USWATUN HASANAH MENEMUI UMMUL MU'MININ (ISTRINYA) DALAM KE ADAAN MENAMBAL BAGIAN DARI SISI RUMAHNYA YANG RETAK,MAKA BELIAU MENYAPA DENGAN BAHASA YANG SANGAT INDAH YANG DI DALAMNYA ADA RIDHA ALLAH DALAM SETIAP KATANYA,YANG DI DALAMNYA ADA AMANAH DARI ALLAH KEPADA SETIAP HAMBANYA,YANG DI DALAMNY ADALAH PESAN BAGI SELURUH UMMATNYA,BELIAU BERSABDA,'' WAHAI ISTRIKU, SESUNGGUHNYA APA YANG KAU KERJAKAN ITU ADALAH SUATU YANG SEHARUSNYA ENGKAU BERFIKIR BAHWA UMURMU BELUM TENTU LEBIH PANJANG DARI UMUR RUMAH YANG RETAK INI,MAKA ALANGKAH BAIKNYA BILA KAU BENAHI RETAKAN DEMI RETAKAN YANG ADA DI HATIMU.''

INGATLAH BAHWA SETIAP SENYUMANMU DARI TATAPAN ISTANAMU ADALAH TANGIS LAPAR DARI PARA DHUAFA YANG BERSENANDUNG LIRIH DALAM BAHASA PERUT YANG MERINDUKAN SESUAP NASI,SENYUM MU DALAM TATAPAN ISTANAMU ADALAH PERIH LIRIH DARI HATI MEREKA YANG MEMANGGIL RINDU DALAM BAYANGAN MEJA MAKAN YANG PENUH DENGAN JANJI INDAH DARI PENGOBAT TANGIS SENDU DARI KELAPARAN YANG MENDERA.

INGATLAH BAHWA BUKANLAH USWATUN HASANAH SEORANG FAQIR YANG BERUSAHA MENGELAK DENGAN BERDALIH KEZUHUDAN,YANG BERUSAHA BERPURA DENGAN ALASAN QANA'AH,YANG BERUSAHA BERTABIR HIJAB DUSTA DENGAN BERPURA SABAR,YANG BERUSAHA MEMBELA DIRI DENGAN MENGATAKAN ''JANGANLAH KAU MENCINTAI DUNIA MELEBIHI KECINTAANMU PADA ALLAH.''

NAMUN BELIAU ADALAH HAQ DARI SETIAP BISIKAN HATI,HAQ DARI SETIAP PERKATAAN,ADALAH HAK DARI SETIAP TINGKAH LAKU,DAN ADALAH HAQ DARI SETIAP KEPUTUSAN. KARENA BELIAU ADALAH USWATUN HASANAH,YANG MELIHAT CAHAYA,DAN BERDIALOG DENGAN PEMILIK CAHAYA,DAN BELIAU ADALAH PEMBAWA CAHAYA KEPADA KEGELAPAN DENGAN MEMBERI TERANG DARI SETIAP SUDUT KELAM.

BELIAU PEMILIK DO'A,BELIAU PEMILIK KASIH DARI SEBENAR-BENAR KASIH TUHANNYA,BELIAU ADALAH ISTIJABAH DARI SETIAP APA YANG BELIAU PINTA,BELIAU ADALAH AL INSANUL KAMIL YANG KAPAN SAJA BELIAU MEMINTA AKAN ADA IJABAH DENGAN TANPA ADA PENUNDAAN.

NAMUN BELIAU TIDAKLAH PERNAH MENOLEH PADA HARTA,PADA DUNIA,PADA ISTANA,PADA PERHIASAN,KARENA BELIAU MELIHAT BETAPA INDAH SURGA,BETAPA PEDIH NERAKA,BETAPA SENGSARA KUBUR,BETAPA GELISAH MIZAN DAN HISAB,BETAPA NISTA DAN HINA MAHSYAR,BATAPA DAN BETAPA....

INGATLAH USWATUN HASANAH SANG PEMILIK SURGA TERTINGGI DENGAN MAKANANNYA,BAJUNYA,RUMAHNYA,DAN SEMUANYA.

RENUNGKANLAH....

Oleh: Al-Habib Yusuf Alkaf

Senin, 25 April 2011

Naik turunnya iman seseorang

Saudaraku yg kumuliakan,
sungguh cinta makhluk kesemuanya akan fana, manusia hanyalah seonggok tulang, daging, darah, yg terbungkus kulit dan diisi ruh oleh Allah swt dan perasaan, maka sungguh jika kita ditinggal atau dikecewakan seonggok tulang, daging, darah dan kulit ini, jangan sampai kita terguncang, karena sungguh barangkali dibelakang itu semua terdapat hikmah yg luhur,

memang iman itu naik dan turun, dan jika sedang saat menurun dan risau, ingatlah mati..,

ketika tangan tangan para kekasih mengusung kita dan menurunkan tubuh kita kedalam lahad dengan airmata kesedihan, tahukah keadaan kita?, seluruh tali pengikat kafan dibuka, lalu wajah dibuka dari kafan..

tubuh ditaruh dalam posisi miring menghadap ke kanan yaitu kiblat, lalu punggung kita diganjal batu bata agar tubuh tidak terlentang lagi, yaitu tetap miring menghadap kiblat, dan wajah kita ditempelkan ke dinding kubur, agar terus wajah kita mencium tanah dinding kubur yg lembab itu....

lalu kayu kayu papan ditaruhkan diatas tubuh kita bersandarkan dinding kubur, menutup seluruh tubuh kita agar tanah tidak langsung menimpa tubuh, lalu tanah mulai ditumpahkan diatas tubuh kita..

setelah itu kita sendiri disana..., dalam kesempitan dan kegelapan.., panas.. gelap..

sendiri.. bukan sebulan atau dua bulan, tapi bisa ratusan tahun atau ribuan tahun sendiri..

tak bisa curhat..., tak bisa berhubungan dg siapapun.., tak bisa bergerak kemana mana..., tak ada pemandangan, tak ada warna, yg ada hanya kegelapan dan kegelapan.., menunggu dan menunggu.. ribuan tahun.. sendiri..

yg ditunggu adalah sidang akbar pertanggungan jawab.. harap harap cemas diselingi putus asa dan penyesalan.. itulah yg terus menghantui kita kelak..

ketika mengingat ini maka leburlah segala kekerasan hati, iapun mencair, dan jiwa terpanggil untuk sujud sambil menangis, mengadu pada Allah jika ingat akan hal itu karena hanya Dialah yg melihat keadaan kita saat itu..

hanya Dialah yg ada saat itu.. untuk inilah kita mendekat pada Nya.. agar Dia swt tak melupakan kita saat itu dan mengasihani kita yg telah terbujur kaku didalam tanah lembab ribuan tahun..

cinta Nya abadi.., dan cinta selain Nya swt adalah fana..

Allah swt itu sangat Indah, dan akan semakin indah terasa, dengan hubungan batin kita yg semakin banyak meninggalkan larangannya dan mematuhinya, Dia swt akan mengalirkan cinta kepada hati hamba Nya sehingga hamba Nya mulai tergila gila pada Nya swt,

nah.. inilah sorga terindah sebelum mereka mengenal sorga, dan kelak mereka melihat keindahan Allah, dan Allah jadikan tempat tinggal mereka di sorga, dan sungguh jika disuruh memilih untuk tinggal di neraka namun boleh melihat keindahan Allah maka semua mereka akan meninggalkan sorga dan masuk keneraka,

sebagaimana diriwayatkan ketika seorang hamba yg terakhir keluar dari neraka setelah mungkin ratusan ribu tahun dihancur leburkan di api neraka, setelah jutaan kali tubuhnya dihidupkan kembali dan disiksa, lalu ia dihadapkan pada Allah.., ia melihat Allah.., lalu Allah bertanya padanya, hambaku, berapa lama kau di api neraka?, hamba itu berkata : "aku tak pernah merasakan siksa neraka..".

kenapa?, hilang seluruh kepedihan neraka karena melihat keindahan Allah swt...,

nah.., namun Allah menempatkan hamba hamba yg rindu pada Nya adalah di sorga, merekapun mau masuk sorga karena diperintah Allah,
mereka meminta sorga karena tahu sorga adalah tempat terdekat pada Allah,
mereka mendambakan sorga karena itu tempat prang yg dicintai Allah,
mereka mengharap sorga karena di sorga lah mereka akan sering berjumpa dan melihat Allah..

semoga Allah swt menggantikan segala musibah itu dg anugerah, wahai Allah sungguh firman Mu adalah sumpah Mu yg Kau sampaikan pada kami, bahwa : SUNGGUH BERSAMA KESULITAN ADALAH KEMUDAHAN, DAN SUNGGUH BERSAMA KESULITAN AKAN DATANG KEMUDAHAN (Al Insyirah 6-7)

maka Demi sumpah Mu itu Wahai Allah segerakanlah bergantinya musibah mereka dg kemudahan dan anugerah, amiin.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam